Besaran Zakat Fitrah Kota Tasik Naik, Menuai Polemik

 Besaran Zakat Fitrah Kota Tasik Naik, Menuai Polemik

tasikiwari.com, BERITA TASIKMALAYA, Surat Edaran Ketua Baznas Kota Tasikmalaya yang berisi tentang informasi zakat fitrah 1445 H/2024 M menuai polemik. Pasalnya, salah satu poin penting dalam surat edaran tersebut adalah adanya kenaikan besaran zakat yang harus dibayar umat islam di Kota Tasikmalaya, menjadi 2,7 kg per jiwa. Salah satu pihak yang menyatakan tidak sepakat dengan keputusan baznas tersebut adalah PCNU Kota Tasikmalaya.

“Kenaikan zakat fitrah ini baru pertama kali terjadi. Biasanya pedomannya adalah 2,5 kg beras, sekarang naik menjadi 2,7 kg beras per jiwa,” demikian protes yang disampaikan Abun Sulaeman, Sekretaris PCNU Kota Tasikmalaya, sebagaimana dilansir majalah aulia.id (18/03 – 10:55).

PCNU Kota Tasikmalaya tidak menyangkal bahwa kenaikan besaran pajak bisa saja terjadi, namun untuk situasi saat ini, melihat kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak baik-baik saja, kenaikan besaran pajak dinilai tidak relevan.

“Setelah diskusi panjang dan hasil kajian dari beberapa kitab, serta demi kemaslahatan warga Kota Tasikmalaya khususnya, PCNU Kota Tasikmalaya memutuskan untuk tetap 2,5 gram!” tegas Abun.

Dalam surat edaran Baznas bernomor 01 Tahun 2024 tersebut, tepatnya pada poin E.2 ditegaskan bahwa besaran zakat fitrah pada tahun 1445 H/2024 M adalah 2,7 kg. Lalu pada poin selanjutnya dijelaskan, untuk pembayaran zakat fitrah dianjurkan dengan beras dan apabila dibayar dengan uang sebesar Rp. 45.000,- per jiwa. Masih dalam surat tersebut, tepatnya pada poin E.6, warga Kota Tasikmalaya juga dihimbau untuk menunaikan infaq sebesar Rp. 2.000,-. Infaq tersebut akan diproyeksikan untuk membantu program pengentasan kemiskinan di Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan penelusuran tasikiwari.com, ternyata kenaikan nasab zakat fitrah ini bukan hanya terjadi di Kota Tasikmalaya, tapi di banyak daerah di Indonesia. Sebut saja misalnya di Kabupaten Mailmau, Kota Tegal, Kabupaten Majalengka, dan tetangga terdekat Kabupaten Tasikmalaya. Lebih jauh lagi, ternyata perubahan takaran zakat dari 2,5 kg menjadi 2,7 kg ini didasarkan pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 65 pada Tahun 2022.

Menurut salah seorang pengurus MUI Kota Tasikmalaya, H. Dadan Sudrajat, adanya perbedaan pendapat itu biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan. “Perbedaan pendapat itu biasa, jangan dibesar-besarkan, dan yang paling penting jangan menghambat kita menunaikan ibadah zakat. Mau 2,5 kg atau 2.7 kg, insha Alloh dua-duanya baik.” Terang Dadan, saat ditemui di kediamannya di Perumahan Bumi Resik Panglayungan, Kota Tasikmalaya.

Menyikapi polemik tersebut, Baznas Jawa Barat kemudian menerbikan Surat Edaran Nomor: 117/BAZNAS/JABAR/III/2024, tentang besaran zakat fitrah di Kota dan Kabupaten di Jawa Barat Tahun 1445 H/2024 M. Dalam surat edaran tersebut, zakat fitrah untuk Kota dan Kabupaten Tasikmalaya ditetapkan sebesar Rp. 45.000,- per jiwa.. (Yuni)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *