Pemkot Tasikmalaya Harusnya Bukan Mengejar Piala Adipura

 Pemkot Tasikmalaya Harusnya Bukan Mengejar Piala Adipura

tasikiwari.com, Berita TasikmalayaSelasa, tanggal 5 Maret 2024, bertempat di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Penjabat Wali Kota Tasikmalaya, Dr. Cheka Virgowansyah, SSTP., M.E. menerima secara langsung Penghargaan Sertifikat Adipura bagi Kota Tasikmalaya atas Kinerja dalam Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau Wilayah Kota Tahun 2023.

Penghargaan berupa sertifikat ini seperti koin yang memiliki dua sisi. Satu sisi tentu saja membahagiakan, sisi lainnya justru mengundang kritik.

Sebut saja misalnya kritik dari salah seorang pegiat lingkungan, Ashmansyah Timutiah, atau yang lebih akrab dipanggil Acong. Menurutnya, penghargaan yang diterima Pemkot Tasikmalaya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Maklum, urusan sampah di Kota Tasikmalaya hingga saat ini masih jadi masalah. Misalnya di wilayah sekitar Cikurubuk, Mayasari Plaza atau Cilembang.

Lebih jauh, masih menurut Acong, untuk dapat sertifikat itu gampang, hanya tinggal membeli saja, sebagaimana dilansir Media Indonesia (08/04)

Kritik lainnya disampaikan pemerhati masalah sosial, Nandang Suherman. Menurutnya, pemerintah harusnya lebih fokus pada upaya bagaimana membuat warganya hidup nyaman.

“Dapat sertifikat itu progres yang bagus. Tapi sebetulnya yang harus dikejar pemkot itu bukan adipuranya, semestinya harus mengejar kebersihan secara paripurna, yang dirasakan oleh warganya,” jelas Nandang saat dihubungi Reporter tasikiwari.com, Iwan R. Hidayat.

Nandang menambahkan, anugerah yang kemarin diterima Wali Kota Tasikmalaya itu bukan penghargaan adipura tertinggi. Sederhananya, aktivis yang saat ini jadi pengajar di Sepola (Sekolah Politik Anggaran) ini ingin menjelaskan bawah Anugerah Adipura itu ada tingkatannya. Dan yang diterima Kota Tasikmalaya itu bukan yang tertinggi.

“Ini baru sertifikatnya,” tambah Nandang.

Redaksi tasikiwari.com kemudian melakukan penelusuran, apa betul Anugerah Adipura itu ada tingkatannya? Ternyata benar. Dari hasil telusuran diperoleh informasi, bahwa Adipura itu setidaknya memiliki empat level.

Yang pertama, dan ini kasta tertinggi,  disebut Adipura Kencana, ini Adipura tertinggi, diperuntukkan bagi daerah yang bisa mempertahakan Adipura berturut-turut dalam beberapa tahun. Lalu di bawah Adipura Kencana, ada Plakat Adipura. Ini untuk daerah yang menjadi juara.

Di bawahnya lagi, yang ketiga, barulah ada Sertifikat Adipura, seperti yang diterima Pemkot Tasikmalaya.
Sertifikat ini diberikan kepada daerah yang mengalami kenaikan penilaian dari tahun sebelumnya, minimal tiga poin. Dan yang keempat, Anugerah Adipura, ini diperuntukkan bagi daerah yang baru memenuhi syarat untuk mengikuti penilaian.

“Pemkot harusnya bukan mengejar piala atau penghargaan, tapi bagaimana peningkatan layanan. Sampai saat ini pemkot tidak punya strategi yang baru untuk masalah sampah, masih mengandalkan cara-cara konvensional,” pungkas Nandang. (Yuni/Laporan: Iwan R. Hidayat)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *