Pengusaha Tasik Ini Bagikan 2 Ton Ikan untuk Warga. Syukuran Politik?

 Pengusaha Tasik Ini Bagikan 2 Ton Ikan untuk Warga. Syukuran Politik?

tasikiwari.com, BERITA TASIKMALAYA. Kolam ikan berukuran sekitar 600 m² itu kini airnya menghitam bercampur lumpur. Bagaimana tidak, sudah sekitar setengah jam, ratusan orang memang sengaja menceburkan diri ke kolam tersebut. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga bapak dan emak-emak, semuanya memadati area kolam. Kedua tangan mereka masuk ke dalam air, menyasar setiap jengkal dasar kolam. Mereka tengah berburu ikan gratis di kolam milik H. Rae Suryana, salah serorang dermawan di Kota  Tasikmalaya, hari Minggu (03/03).

“Sekitar 20 ton,” ujar panitia saat ditanya berapa banyak ikan yang ada dalam kolam tersebut. Kalau satu kilogram rata-rata 5-7 ekor ikan, itu berarti ada sekitar sepuluh hingga belasan ribu ikan yang tengah diburu warga.

“Jenis ikannya ada mujair, ikan mas, lele juga ada,” tambah H. Rae

Tentu saja menangkap ikan dengan tangan kosong itu bukan hal mudah, tapi karena jumlah ikannya berlimpah, banyak warga yang terlihat sumringah atas hasil tangkapannya.

“Alhamdulillah, saya sendiri dapet lebih dari 20 ekor, anak saya sepertinya lebih banyak,” terang seorang bapak yang terlihat bahagia.

Tradisi turun ke kolam dan berburu ikan dengan tangan kosong ini di wilayah Jawa Barat dikenal dengan istilah ngobeng. Biasanya, tradisi ini dilaksanakan dalam rangka menyambut hari besar atau sebagai bentuk syukuran.

Lalu apa yang mendorong H. Rae menggelar ngobeng gratis 2 ton ikan? Apa mungkin syukuran atas kemenangan pada pemilu 14 Februari lalu? .

Ternyata bukan, ngobeng yang digelar H. Rae tak ada kaitannya sama sekali dengan politik. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1445 H. Hebatnya, kegiatan ini digelar secara rutin setiap tahun, sejak 10 tahun lalu.

“Alhamdulillah, rutin setiap tahun sejak 2014,” jawab H. Rae pada Tasikiwari.com.

Dulu sekitar tahu 2014, awalnya H. Rae mengadakan ngobeng gratis itu hanya untuk warga setempat. Tapi belakangan, ia mempersilahkan siapapun boleh.

“Tidak hanya warga sini, dari luar juga boleh. Meskipun dalam rangka menyambut hari besar islam, tapi non muslim pun boleh ikut. Bebas,” tegas H. Rae.

Bagi warga di Gunung Salem, Kecamatan Purbaratu, nama H. Rae memang sudah tak asing. Ia dikenal sebagai seorang  pengusaha yang dermawan di Kota Tasikmalaya.

“Ngobeng ini tiap tahun ada, sudah lama dan rutin. Warga selalu antusias, apalagi selain ngobeng, Pa Haji juga selalu menyediakan doorprize, jadi meriah sekali. Semoga Pa Haji panjang umur dan diberikan kesehatan,” tutur warga yang mengaku sangat menghormati H. Rae karena kedermawanannya. (Yuni/Laporan Bayu)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *